Presenter acara musik, Jessica Iskandar yang dikabarkan menjadi mualaf di bulan puasa, ternyata mengaku belum masuk Islam. Selama ini, Jessica Iskandar ternyata hanya mempelajari agama Islam tanpa mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Benar adanya bahwa saya sedang mempelajari agama. Belum memeluk agama Islam. Di sini saya cuma ingin mengklarifikasi. Mohon doanya semoga diberikan jalan dan hidayah," ujar Jessica Iskandar, di bilangan Tanah Abang, kediaman Habib Rizieq, Minggu (28/8/2011).
Jessica Iskandar pun meminta maaf kepada masyarakat, karena pemberitaan yang mengabarkan dirinya telah jadi mualaf. Bagi Jessica, itu semua hanya salah pengertian saja.
"Kesalahpahaman di publik saya mohon maaf, sengaja atau tidak sengaja dengan arti mualaf sendiri saya minta maaf," ungkap Jessica Iskandar.
Meski hingga kini Jessica Iskandar belum memeluk agama Islam, dirinya merasa terharu ketika melihat teman-temannya yang merayakan lebaran. Moment saling memaafkan di hari raya Idul Fitri membuat presenter Dahsyat ini terharu.
"Iya itu yang aku lihat kalau di rumah teman dan saudara aku, mereka pada sungkem itu yang buat aku ikutan terharu," ujar Jessica belum lama ini di kediaman Habib Rizieq.
Saling maaf memaafkan, apalagi terhadap orang tua, itu yang membuat Jessica sedih. "Aku sedih kalau meminta maaf sama orang tua, apalagi orang tua kan engga pernah tergantikan," imbuhnya.
Memang hingga kini Jessica masih dalam proses belajar lebih dalam mengenai Islam. Tapi setiap lebaran, pelantun Surat Cinta ini suka ikut berkumpul di rumah teman atau saudaranya yang merayakan Lebaran.
"Biasanya aku ikut-ikutan kumpul ke rumah teman dan rumah saudara, makan opor sama ketupat. Ya silaturahmi aja," pungkasnya. (kpl/hen/dew)
Rabu, 31 Agustus 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Motor Matik Incaran Nomor Satu Pencuri di Inggris
Walau populasinya tak sebesar di Indonesia, ternyata skuter matik (skutik) merupakan sepeda motor paling diincar pencuri di Inggris.
Skutik menempati urutan pertama dari 10 model sepeda motor yang banyak dicuri di Inggris tahun lalu menurut catatan ACPO Vehicle Crime Intelligence Service (AVCIS).
Nama Piaggio paling menonjol karena lima model skutik asal Italia ini paling digemari pencuri, termasuk Vespa, Zip, dan NRG. Demikain dikutip dari Visordown, Selasa (23/8/2011).
"Fakta ini menunjukkan para pemilik skutik dengan harga yang lebih terjangkau perlu menyadari adanya paket keamanan tambahan bagi sepeda motornya," kata Head of AVCIS Detective Chief Inspector Mark Hooper.
Hasil catatan AVCIS juga menunjukkan para pemilik sepeda motor sport dengan harga high-end lebih jarang dilaporkan kehilangan kendaraannya dibanding pemilik skutik.
Detektif Mark Hooper juga menyebutkan, pencurian untuk motor skutik di Inggris ini hanya memakan waktu kurang dari 10 detik dan waktu yang sedikit lebih lama guna mengangkut motor curian itu ke atas van. "Jadi lebih waspada jika Anda memarkirkan skutik Anda," tegas Hooper.
Berikut hasil catatan AVCIS yang memperlihatkan daftar motor favorit para pencuri di Inggis.1. Gilera Runner2. Piaggio Vespa 3. Piaggio Zip4. Peugeot Speedflight5. Piaggio NRG6. Honda SCV7. Piaggio ET28. Yamaha YZF9. Piaggio Typhoon10. Yamaha DT 125
Skutik menempati urutan pertama dari 10 model sepeda motor yang banyak dicuri di Inggris tahun lalu menurut catatan ACPO Vehicle Crime Intelligence Service (AVCIS).
Nama Piaggio paling menonjol karena lima model skutik asal Italia ini paling digemari pencuri, termasuk Vespa, Zip, dan NRG. Demikain dikutip dari Visordown, Selasa (23/8/2011).
"Fakta ini menunjukkan para pemilik skutik dengan harga yang lebih terjangkau perlu menyadari adanya paket keamanan tambahan bagi sepeda motornya," kata Head of AVCIS Detective Chief Inspector Mark Hooper.
Hasil catatan AVCIS juga menunjukkan para pemilik sepeda motor sport dengan harga high-end lebih jarang dilaporkan kehilangan kendaraannya dibanding pemilik skutik.
Detektif Mark Hooper juga menyebutkan, pencurian untuk motor skutik di Inggris ini hanya memakan waktu kurang dari 10 detik dan waktu yang sedikit lebih lama guna mengangkut motor curian itu ke atas van. "Jadi lebih waspada jika Anda memarkirkan skutik Anda," tegas Hooper.
Berikut hasil catatan AVCIS yang memperlihatkan daftar motor favorit para pencuri di Inggis.1. Gilera Runner2. Piaggio Vespa 3. Piaggio Zip4. Peugeot Speedflight5. Piaggio NRG6. Honda SCV7. Piaggio ET28. Yamaha YZF9. Piaggio Typhoon10. Yamaha DT 125
Merah Putih di Pertambangan
Isu apa yang selalu muncul seputar peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Tak lain adalah tentang kemerdekaan itu sendiri, serta rasa nasionalisme. Benarkah kita sudah merdeka sepenuhnya?
Banyak yang bilang kita belum merdeka. Salah satu argumen yang diajukan adalah masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap modal asing. Di bidang energi, modal asing masih kokoh menjejakkan kakinya di Indonesia.
Pada zaman penjajahan, Indonesia tentu diam saja ketika warga Belanda, Aelko Jans Zijlker, berhasil mengeluarkan kandungan minyak di Telaga Said, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara pada 1885. Inilah untuk pertama kalinya minyak bumi diproduksi di Indonesia.
Lebih dari 100 tahun sejak penemuan tersebut, peran perusahaan nasional dalam pengelolaan minyak dan gas bumi ternyata masih sangat terbatas. Ladang minyak dengan cadangan terbesar di Riau — yang produksinya masih mencapai 400 ribu barel per hari — berada dalam dekapan Chevron (Amerika Serikat) selama lebih dari 40 tahun.
Lalu, Blok Cepu mayoritas masih dikuasai ExxonMobil (Amerika Serikat). Ladang Gas Tangguh oleh British Petroleum (BP) serta Blok Masela oleh Inpex (Jepang).
Masih ada pemain lain yang meladang di Indonesia seperti Santos (Australia), Talisman (Kanada), ENI (Italia), dan Total (Prancis). Belum lagi yang melakukan ritel minyak dan gas seperti Shell (Inggris-Belanda) dan Petronas (Malaysia).
Untuk gas bumi, kini Total yang menjadi produsen gas terbesar di Indonesia. Perusahaan asal Prancis ini telah beroperasi sejak 1967 di lepas pantai Kalimantan Timur dengan produksi sekitar 2,6 miliar kaki kubik per hari.
Di pertambangan mineral pun tak jauh beda. Ladang emas terbesar di Indonesia, di Papua masih dikuasai Freeport Mc Moran (Amerika Serikat). Lalu ada Newmont (Amerika Serikat) yang juga mendulang emas di Batu Hijau, Nusa Tenggara dan sebelumnya di Buyat, Minahasa. Serta, ada Vale Inco mencari nikel di Sulawesi. Rio Tinto (Australia) pun pernah mendapatkan emas di Kalimantan.
Salah satu faktor yang membuat pemain asing leluasa masuk ke Indonesia adalah kemampuan modal dan teknologi mereka, yang belum bisa diimbangi perusahaan lokal.
Perusahaan nasional saat ini tentu saja sudah berkembang, dan mampu secara finansial untuk melakukan eksplorasi sendiri. Tetapi untuk menggarap seluruh potensi sumber daya guna menunjukkan kemerdekaan kita di bidang energi, sepertinya belum sanggup.
Selain membutuhkan dana yang lebih besar, perusahaan dalam negeri perlu tumbuh lebih kuat, baik dari sisi finansial maupun teknologi.
Salah satu gagasan untuk memperkuat perusahaan dalam negeri adalah dengan menggabungkan mereka, agar kemampuan pembiayaannya meningkat. Ini meniru langkah Vale S.A (Brasil).
Awalnya, raksasa pertambangan ini adalah perusahaan negara. Lalu bertransformasi menjadi perusahaan swasta nasional yang kuat, dan selanjutnya menjadi perusahaan multinasional yang terpandang.
Ada tiga fase yang dijalankan Vale sehingga menjadi perusahaan transnasional. Pertama adalah melakukan konsolidasi internal perusahaan, dengan mengamputasi bisnis yang bukan inti, seperti bisnis kayu pulp.
Sejalan dengan fase itu, Vale memperkuat lini bisnis inti mereka yakni pertambangan bijih besi. Karena itu, dalam fase berikutnya mereka giat mengakuisisi hampir semua perusahaan tambang bijih besi di Brasil. Jika perusahaan tersebut sahamnya dikuasai asing, Vale pun membeli saham tersebut.
Maka, Vale pun menjadi perusahaan pertambangan bijih besi terbesar di Brasil. Boleh dibilang, seluruh tambang mineral di Brasil dikerjakan oleh Vale.
Setelah kuat di internal perusahaan dan di dalam negeri, Vale tak ingin hanya bergantung pada tambang bijih besi. Mereka ingin merambah pertambangan mineral lainnya. Perusahaan raksasa internasional pun menjadi incarannya. Inco, Kanada lalu disabetnya. Vale pun memiliki pertambangan nikel di banyak negara.
Langkah Vale tentu tak berhenti hingga di situ. Tentakel gurita bisnis tambang Vale juga merambah Australia dan China, setelah membeli sebuah perusahaan tambang batu bara setempat. Di Afrika pun Vale beroperasi melalui sebuah perusahaan emas di Mozambik.
Sedangkan di Indonesia, Vale hadir melalui PT Inco Tbk. Kemana pun Vale hadir, tentu tetap mengibarkan identitas nasional Brasil.
Gaya Vale itu tak ada salahnya bila diadopsi perusahaan negara Indonesia. Kita sudah rindu melihat Pertamina berkibar di banyak negara. Atau melihat PT Aneka Tambang meladang juga di negara lain.
Pendek kata, kita rindu Merah Putih berkibar di dunia pertambangan internasional. Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66.
Banyak yang bilang kita belum merdeka. Salah satu argumen yang diajukan adalah masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap modal asing. Di bidang energi, modal asing masih kokoh menjejakkan kakinya di Indonesia.
Pada zaman penjajahan, Indonesia tentu diam saja ketika warga Belanda, Aelko Jans Zijlker, berhasil mengeluarkan kandungan minyak di Telaga Said, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara pada 1885. Inilah untuk pertama kalinya minyak bumi diproduksi di Indonesia.
Lebih dari 100 tahun sejak penemuan tersebut, peran perusahaan nasional dalam pengelolaan minyak dan gas bumi ternyata masih sangat terbatas. Ladang minyak dengan cadangan terbesar di Riau — yang produksinya masih mencapai 400 ribu barel per hari — berada dalam dekapan Chevron (Amerika Serikat) selama lebih dari 40 tahun.
Lalu, Blok Cepu mayoritas masih dikuasai ExxonMobil (Amerika Serikat). Ladang Gas Tangguh oleh British Petroleum (BP) serta Blok Masela oleh Inpex (Jepang).
Masih ada pemain lain yang meladang di Indonesia seperti Santos (Australia), Talisman (Kanada), ENI (Italia), dan Total (Prancis). Belum lagi yang melakukan ritel minyak dan gas seperti Shell (Inggris-Belanda) dan Petronas (Malaysia).
Untuk gas bumi, kini Total yang menjadi produsen gas terbesar di Indonesia. Perusahaan asal Prancis ini telah beroperasi sejak 1967 di lepas pantai Kalimantan Timur dengan produksi sekitar 2,6 miliar kaki kubik per hari.
Di pertambangan mineral pun tak jauh beda. Ladang emas terbesar di Indonesia, di Papua masih dikuasai Freeport Mc Moran (Amerika Serikat). Lalu ada Newmont (Amerika Serikat) yang juga mendulang emas di Batu Hijau, Nusa Tenggara dan sebelumnya di Buyat, Minahasa. Serta, ada Vale Inco mencari nikel di Sulawesi. Rio Tinto (Australia) pun pernah mendapatkan emas di Kalimantan.
Salah satu faktor yang membuat pemain asing leluasa masuk ke Indonesia adalah kemampuan modal dan teknologi mereka, yang belum bisa diimbangi perusahaan lokal.
Perusahaan nasional saat ini tentu saja sudah berkembang, dan mampu secara finansial untuk melakukan eksplorasi sendiri. Tetapi untuk menggarap seluruh potensi sumber daya guna menunjukkan kemerdekaan kita di bidang energi, sepertinya belum sanggup.
Selain membutuhkan dana yang lebih besar, perusahaan dalam negeri perlu tumbuh lebih kuat, baik dari sisi finansial maupun teknologi.
Salah satu gagasan untuk memperkuat perusahaan dalam negeri adalah dengan menggabungkan mereka, agar kemampuan pembiayaannya meningkat. Ini meniru langkah Vale S.A (Brasil).
Awalnya, raksasa pertambangan ini adalah perusahaan negara. Lalu bertransformasi menjadi perusahaan swasta nasional yang kuat, dan selanjutnya menjadi perusahaan multinasional yang terpandang.
Ada tiga fase yang dijalankan Vale sehingga menjadi perusahaan transnasional. Pertama adalah melakukan konsolidasi internal perusahaan, dengan mengamputasi bisnis yang bukan inti, seperti bisnis kayu pulp.
Sejalan dengan fase itu, Vale memperkuat lini bisnis inti mereka yakni pertambangan bijih besi. Karena itu, dalam fase berikutnya mereka giat mengakuisisi hampir semua perusahaan tambang bijih besi di Brasil. Jika perusahaan tersebut sahamnya dikuasai asing, Vale pun membeli saham tersebut.
Maka, Vale pun menjadi perusahaan pertambangan bijih besi terbesar di Brasil. Boleh dibilang, seluruh tambang mineral di Brasil dikerjakan oleh Vale.
Setelah kuat di internal perusahaan dan di dalam negeri, Vale tak ingin hanya bergantung pada tambang bijih besi. Mereka ingin merambah pertambangan mineral lainnya. Perusahaan raksasa internasional pun menjadi incarannya. Inco, Kanada lalu disabetnya. Vale pun memiliki pertambangan nikel di banyak negara.
Langkah Vale tentu tak berhenti hingga di situ. Tentakel gurita bisnis tambang Vale juga merambah Australia dan China, setelah membeli sebuah perusahaan tambang batu bara setempat. Di Afrika pun Vale beroperasi melalui sebuah perusahaan emas di Mozambik.
Sedangkan di Indonesia, Vale hadir melalui PT Inco Tbk. Kemana pun Vale hadir, tentu tetap mengibarkan identitas nasional Brasil.
Gaya Vale itu tak ada salahnya bila diadopsi perusahaan negara Indonesia. Kita sudah rindu melihat Pertamina berkibar di banyak negara. Atau melihat PT Aneka Tambang meladang juga di negara lain.
Pendek kata, kita rindu Merah Putih berkibar di dunia pertambangan internasional. Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66.
Mengapa Jumlah Bintang Terus Berkurang?
Selama ini para ahli astronomi telah mengetahui bahwa jumlah bintang di angkasa terus berkurang. Bintang tua cahayanya semakin redup, sementara bintang baru tidak terbentuk
Tim ilmuwan dari Australia menemukan penyebabnya, yaitu karena berkurangnya molekul hidrogen di dalam galaksi.
Dr. Robert Braun dari CSIRO menggunakan radio teleskop Mopra di New South Wales untuk membandingkan galaksi-galaksi. Ia menemukan galaksi baru mengandung lebih banyak molekul gas hidrogen dibanding galaksi lama.
"Hasil temuan ini membantu kita memahami mengapa sekarang bintang tak bersinar lagi," ujar Braun seperti dikutip dari TGdaily.
Bintang terbentuk dari awan berisi debu dan gas yang sangat besar dan bersinar karena ada proses pembakaran hidrogen menjadi helium. Ketika hidrogen habis, tekanan akan menurun, dan bintang pun lama-kelamaan mati.
Lalu kemapa jumlah hidrogen berkurang?
Menurutnya, berkurangnya gas hidrogen dan formasi bintang kemungkinan mulai terjadi sejak ukuran jagat raya semakin cepat berkembang, dan galaksi-galaksi jadi kesulitan menangkap gas.
Tim ilmuwan dari Australia menemukan penyebabnya, yaitu karena berkurangnya molekul hidrogen di dalam galaksi.
Dr. Robert Braun dari CSIRO menggunakan radio teleskop Mopra di New South Wales untuk membandingkan galaksi-galaksi. Ia menemukan galaksi baru mengandung lebih banyak molekul gas hidrogen dibanding galaksi lama.
"Hasil temuan ini membantu kita memahami mengapa sekarang bintang tak bersinar lagi," ujar Braun seperti dikutip dari TGdaily.
Bintang terbentuk dari awan berisi debu dan gas yang sangat besar dan bersinar karena ada proses pembakaran hidrogen menjadi helium. Ketika hidrogen habis, tekanan akan menurun, dan bintang pun lama-kelamaan mati.
Lalu kemapa jumlah hidrogen berkurang?
Menurutnya, berkurangnya gas hidrogen dan formasi bintang kemungkinan mulai terjadi sejak ukuran jagat raya semakin cepat berkembang, dan galaksi-galaksi jadi kesulitan menangkap gas.
Langganan:
Postingan (Atom)